Pelestarian Dugong Jadi Fokus Utama Desa Keramat Jaya Siap Jalankan Program Konservasi Berkelanjutan

Pemerintah Desa Keramat Jaya bersama Yayasan WeBe Konservasi Ketapang, YIARI Ketapang, TNI AL, Polsek Kendawangan Kiri serta perwakilan masyarakat menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 26 September 2025 di Kantor Desa Keramat Jaya. Rapat ini bertujuan menindaklanjuti program “Pengelolaan Potensi Sumber Daya Desa Berkelanjutan Berbasis Usaha Konservasi Bahari dalam Upaya Perlindungan Dugong Kendawangan” yang berfokus pada pelestarian Dugong dan pengembangan potensi pesisir berbasis konservasi. Dalam kesempatan tersebut, Yayasan WeBe memaparkan pentingnya Dugong sebagai mamalia laut penyebar lamun yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem, sementara YIARI menyampaikan temuan tujuh kasus mamalia laut terdampar sepanjang tahun 2025 serta memperkenalkan program edukasi lingkungan melalui Pusat Belajar Bahari.

Melalui diskusi bersama, peserta rapat menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penetapan padang lamun sebagai zona aman Dugong, penyusunan SOP penanganan Dugong, serta sosialisasi larangan konsumsi dan jual beli satwa tersebut. Selain itu, akan dibentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta disusun Peraturan Desa (Perdes) Konservasi untuk memperkuat payung hukum pelestarian. Program ini juga akan melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan konservasi, dengan rencana kerja selama 90 hari ke depan, termasuk identifikasi potensi wisata bahari seperti Pantai Datok dan Bagan Belanda.

Kepala Desa Keramat Jaya menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini dan menegaskan komitmen untuk menjadikan pelestarian Dugong sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan desa. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan populasi Dugong sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Semangat ini dirangkum dalam tagline: “Menjaga Dugong, Mensejahterakan Masyarakat.”