Kalbar Walking Tour 2025 Episode 1: Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah

Kalbar Walking Tour Episode 1 resmi digelar pada 16–17 Desember 2025 di Taman Wisata Amal Zone, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat bersama Yayasan WeBe melalui Divisi Wiata, sebagai langkah awal membangun ekosistem walking tour di Kalimantan Barat yang terstruktur dan berkelanjutan.


Episode perdana ini melibatkan wilayah Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah sebagai titik awal pengembangan.

Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Disporapar Kalbar, Disporapar Kota Pontianak, Kepala Disdikporapar Kabupaten Mempawah, Kepala Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Kepala Divisi Wiata, hingga Ketua Yayasan WeBe. Peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang, seperti Pokdarwis dari Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah, serta para ketua komunitas lokal, termasuk komunitas sejarah, komunitas merajut, dan komunitas kreatif lainnya. Kehadiran lintas sektor ini memperkaya perspektif dalam pengembangan produk wisata berbasis cerita dan ruang kota.


Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dan berbagi pengalaman dari dua narasumber berpengalaman, yaitu Bapak Syafaruddin Dg Usman sebagai peminat sejarah dan budayawan Kalimantan Barat, serta Bang Indra Diwangkara, praktisi walking tour dan Founder Step Into Jakarta. Keduanya membahas pentingnya narasi, riset, dan pengemasan pengalaman berjalan kaki sebagai produk wisata yang bernilai edukatif dan berkelanjutan. Hari kedua dilanjutkan dengan praktik langsung, di mana peserta diminta menyusun paket walking tour yang siap jual sesuai dengan potensi daerah asal masing-masing.


Kalbar Walking Tour tidak berhenti pada episode pertama ini. Ke depan, seri workshop akan dilanjutkan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya membangun wisata berbasis lokal, memperkuat kapasitas SDM pemandu, menghidupkan ruang publik, serta memastikan manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.