Kemah Konservasi Bahari Kendawangan 2026

Kemah Konservasi Bahari Kendawangan 2026 merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, serta kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan laut. Kegiatan ini dirancang melalui pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik lapangan secara langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami dan terlibat aktif dalam upaya konservasi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27–29 April 2026 yang berlokasi di Pulau Cempedak, Kendawangan, Kalimantan Barat. Pulau ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi ekologi pesisir yang sangat strategis dan bernilai konservasi tinggi, dengan keberadaan ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut, termasuk spesies dilindungi.

Peserta kegiatan terdiri dari pelajar SD Negeri 14 Kendawangan, SMP Negeri 9 Satap Kendawangan, dan SMK Negeri 1 Kendawangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya LANAL Ketapang yang berperan dalam pengawasan, serta YIARI melalui tim edukasi dan tim media yang turut memberikan kontribusi dalam penyampaian materi dan dokumentasi kegiatan. Selain itu, keterlibatan aktif dari Pokmaswas Cempedak Lestari, Pokdarwis Cempedak Jaya, dan Garda Emak Cempedak menjadi kekuatan utama dalam mendukung kelancaran kegiatan berbasis masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan tahapan yang terstruktur dan berkesinambungan. Pada hari pertama, peserta memulai kegiatan dengan orientasi lapangan untuk mengenal lokasi dan lingkungan sekitar. Selanjutnya, peserta mendengarkan sambutan dari Ketua Yayasan WeBe Konservasi Ketapang sekaligus pengenalan lembaga Yayasan WeBe, dilanjutkan dengan sambutan dari YIARI yang juga memperkenalkan peran dan program lembaga dalam konservasi. Arahan juga disampaikan oleh LANAL Ketapang sebagai bentuk dukungan dan penguatan kegiatan. Hari pertama semakin semarak dengan pertunjukan gendang dan tarian adat laut oleh masyarakat Pulau Cempedak sebagai bentuk kearifan lokal, dilanjutkan dengan penyampaian arahan rangkaian kegiatan kemah secara menyeluruh. Selain itu, peserta juga menampilkan kreativitas melalui pertunjukan seni tari dan pencak silat oleh siswa SMK Negeri 1 Kendawangan.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilaksanakan secara paralel dengan fokus pada praktik konservasi. Peserta mengikuti latihan skin diving (snorkling) sebagai bagian dari pemantauan ekosistem lamun dan terumbu karang secara langsung di perairan. Secara bersamaan, kelompok lain melakukan kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove sebagai upaya rehabilitasi ekosistem pesisir. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti kegiatan tracking mangrove untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis mangrove yang ada di Pulau Cempedak beserta fungsinya bagi lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan praktik ecoprint sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, penampilan seni teater yang mengangkat cerita dugong di Pulau Cempedak, serta sesi edukasi lingkungan dan pengelolaan media sosial sebagai sarana kampanye konservasi.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan pengalaman baru melalui pengenalan olahraga selam basic exposure yang difasilitasi oleh tim WeBe Adventure. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar penyelaman sekaligus menumbuhkan minat dan kepedulian terhadap dunia bawah laut secara lebih mendalam.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola potensi bahari, pada tanggal 28 April 2026 juga diselenggarakan Forum Diskusi Potensi Bahari Kendawangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Disparbud Ketapang, Kecamatan Kendawangan, Polsek Kendawangan, Danramil Kendawangan, DJPL KUPP Kelas III Kendawangan, Polair, Posal, serta perwakilan pemerintah 4 desa mitra WeBe (Kendawangan Kiri, Kendawangan Kanan, Keramat Jaya, dan Mekar Utama). Forum ini menjadi ruang dialog bersama untuk membahas potensi, tantangan, dan strategi pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, kegiatan ini juga merupakan rangkaian menuju peringatan Hari Dugong Sedunia yang jatuh pada 28 Mei 2026. Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya perlindungan dugong sebagai spesies kunci serta menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang menjadi habitat alaminya.

Melalui sinergi lintas sektor, keterlibatan aktif masyarakat, serta pendekatan partisipatif berbasis pengalaman langsung, Kemah Konservasi Bahari Kendawangan 2026 diharapkan mampu menjadi model edukasi konservasi berbasis komunitas yang efektif. Kegiatan ini tidak hanya mendorong kesadaran lingkungan, tetapi juga memperkuat upaya pengelolaan potensi bahari daerah secara berkelanjutan untuk masa depan.